Sejarah Singkat dari Masa Depan

Tahukah Anda bahwa Unix sebenarnya tidak free? Ah, yang betul, UNIX yang adalah ibu dari MINIX dan nenek dari LINUX? Ya, dan ini serius!

Begini ceritanya, Bell Labs, pusat penelitian dan pengembangan dari Ma Bell(Perusahaan AT&T) adalah pemakai awal dan banyak komputer. Di 1957 mereka menyadari mereka memerlukan sistem operasi(OS) untuk pusat komputer dalam perusahaan. Bell menciptakan BESYS untuk menjalankan mesin pemrosesan batch. Namun di 1964 Bell membeli banyak komputer yang lebih bagus dan harus memutuskan apakah merevisi BESYS agar sesuai dengan mesin canggih yang baru, atau menciptakan sistem operasi baru. Akhirnya manajemen Bell memutuskan untuk membentuk tim dengan General Electric dan MIT untuk menciptakan sistem operasi baru yang akan disebut MULTICS. Untuk proyek ini, Bell menempatkan Ken Thompson dan Dennis Ritchie. Namun Bell menarik diri dari proyek di tahun 1969 karena anggaran membengkak dan waktu pengerjaan yang mulur dari perencanaan.

Setelah mengundurkan diri, Bell memasang GECOS pada mesin mereka. GECOS bukan OS paling mutakhir namun dapat berfungsi baik dan memuaskan manajemen. Tapi tidak bagi Thompson dan Ritchie, menurut mereka GECOS sangat membosankan dan tidak berguna untuk tugas utama mereka, yaitu membuat perangkat lunak. Jadi mereka tetap dengan niatan awal mereka, yaitu menulis sistem operasi yang bersahabat dengan mereka(programer). Thompson dan Ritchie mengajukan usulan untuk membeli sebuah komputer namun ditolak oleh manajemen dengan alasan sudah banyak mesin yang tersedia, dapat dijalankan dengan sistem operasi yang amat baik. Patah arang, tidak? akhirnya mereka mencari-cari barang bekas dan menemukan sebuah komputer yang sudah ketinggalan zaman, DEC PDP-7.

Dengan mesin primitif tersebut, mereka menciptakan UNICS(sebagai reaksi terhadap MULTICS) yang akhirnya ‘CS’ diganti dengan ‘X’. Awalnya kernel(inti) UNIX hanya terdiri dari 11.000 baris kode assembly. Pada 1973 Ritchie membuat C, sebuah bahasa pemrograman tingkat tinggi yang masih populer hingga sekarang. Dan pada 1973 Thompson menulis ulang 10.000 dari 11.000 baris kernel Unix menggunakan C. Desember 1974 Bell melepas UNIX kepada lembaga akademis seharga $150. Uang sebesar itu untuk mendapatkan OS, manual UNIX, dan source code. Lisensi yang diberikan Bell menyertakan hak untuk mengubah source code dan berbagi perubahan dengan penerima lisensi lainnya. Sejak itulah UNIX dinikmati dan berkembang di kalangan akademisi.

Namun pada 1 Januari 1984 AT&T membuat UNIX sebagai produk, dijual dan tidak disertakan source codenya(dan operating sistem tidak pernah murah, layaknya Microsoft Windows). Richard Stallman, anggota Laboratorium Artificial Intelligence(AI) MIT memutuskan untuk menciptakan dari nol, sebuah duplikat dari UNIX AT&T yang diberi nama GNU (GNU’s Not Unix) – diucapkan ‘Guh-New’. Ini bukanlah tugas yang ringan, Stallman (dan beberapa pakar lainnya) harus menulis kernel dan program pendukung sistem operasi tersebut. Stallman bekerja seperti orang gila, sampai-sampai tangannya cedera karena kelelahan mengetik. Rasa sakit membuatnya tidak dapat mengetik lagi, dan pekerjaan menulis kernel terhenti. Ia pernah mencoba mempekerjakan mahasiswa S1 MIT sebagai tukang ketik dan dia mendiktekan isi kepalanya. Namun selalu saja asisten tersebut meninggalkan Stallman (karena dipekerjakan seperti robot).

Akhirnya pada 1980-an para pakar GNU berhasil membuat banyak program pendukung GNU namun tidak berhasil membuat sebuah kernel untuk sistem operasi mereka sampai Linus Torvalds melakukannya pada 1991.

Jadi, UNIX memang tidak free, yang free adalah GNU Linux.


Tahukah Anda siapa Paul Baran itu? Dialah yang pada tahun 1959 memiliki ide untuk memecah pesan digital menjadi potongan-potongan kecil yang disebut blok pesan. Dan dia pulalah yang mencetuskan ide agar tiap titik sambung memiliki tabel rute terbaik yang harus dilewati blok pesan tersebut bila ingin mencapai suatu titik sambung. Konsep serupa ini masih digunakan untuk lalu lintas data dalam jaringan komputer kita sekarang. Ide baran ini sejatinya ditujukan untuk membuat sebuah jaringan komunikasi yang dapat bertahan bila negaranya (Amerika) diserang oleh Uni Soviet. Sayangnya karena berbagai kendala non-teknis, konsep Baran ini tidak terealisasi dan Jaringan komputer membutuhkan orang lain untuk mengenalkan konsep pemecahan pesan menjadi paket-paket kecil seperti yang kita gunakan sekarang.

Adalah Donald Watts Davies, Kepala Computer Science di National Physical Laboratory (NPL) Inggris yang pada 15 November 1965 memperkenalkan konsep memecah pesan menjadi potongan kecil yang disebut packet yang seragam ukurannya. Setiap paket di terdiri dari 1.024 bit (128 karakter) yang berisi data dan header. Header memberikan informasi mengenai sumber paket, tujuan, sebuah check digit yang memungkinkan penerima untuk mendeteksi apakah paket itu mengalami kerusakan dalam perjalanan, dan sequence number yang menunjukkan dimana urutannya dalam deretan paket pesan yang semula dipecah. Konsep Davies ini serupa dengan konsep Baran dan ketika akhirnya Davies bertemu dengan Baran, Davies berkata “Anda mungkin telah menemukannya lebih dahulu, tetapi saya yang menjadi terkenal”.


Tahukah Anda bahwa Tim Berners-Lee pernah ‘membentak’ Marc Andreessen (yang bersama Eric Bina membuat Mosaic, browser yang memudahkan orang awam untuk mengakses internet) di musim panas tahun 1993 karena Andreessen menambahkan tag <IMG> pada HTML?


Masih banyak hal-hal ‘kurang terkenal’ lainnya yang ada dalam buku Sejarah Singkat dari Masa Depan (A Brief History of the Future) Asal Usul Internet ini.

It is a must read book.


brief-depan brief-belakang
  1. Januari 8th, 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: