Opera Kampus Kaligawe

opera-depan1 opera-belakang

Ini novel karya seorang dokter, menceritakan tentang Sibeng seorang mahasiswa kedokteran di sebuah universitas di Semarang (kayaknya sih ni cerita pribadi si dokter).

Sayangnya novel yang aing beli, memiliki dua halaman 7-8 (rangkap halaman) dan sebagai kompensasinya aing kehilangan halaman 9-10 dan 15-16 =(. Jadi kurang nyaman membaca novel ini.

Sebenarnya ini cerita biasa saja, tentang kehidupan seorang mahasiswa, ya semacam cerita Lupus, Olga gitu deh. Cerita Sibeng sendiri terjadi sekitar tahun 1990-an, jadi tidak heran kalau gaya bahasa dan genrenya mirip (aing tidak benar-benar tahu apa itu genre, tapi kayaknya keren aja kalau pakai kata ini) dengan Lupus atau yang semisal dengannya. Pada beberapa bagian tokoh-tokoh “jadul” seperti penyanyi Pance Pondang, pelawak Darto Helm, pesepakbola Ribut Waidi, dan juga anggota Srimulat sering disebut-sebut (sayang grup Srimulat sudah tiada). Banyak juga istilah, atau petikan iklan yang tidak aing pahami, mungkin isu-isu tersebut yang sedang tren pada masa itu. Namun sesungguhnya inilah kekuatan dari novel ini karena menunjukkan keorisinilan cerita.

Yang mengganjal dari novel ini adalah terlalu banyak plesetan-plesetan jayus seperti “Kalian tau balapan, nggak? Balapan itu sayuran mentah yang dimakan!” ato “Ngomong-ngomong, pernah dengar cerita terkenal soal kancing? Judulnya Kancing Nyolong Timun, he… he…” ato “… Tapi sebelumnya, cuci dulu tangan dan wajahmu dengan oli, eh… sabun” argghhh!!!. Satu dua kali jayus okelah, tapi kalau banyak, kayaknya nggak deh, makasih.

Selain yang jayus, kadang penulis menyertakan hal-hal kekinian yang terasa kurang pas dengan kisah yang terjadi di tahun 1990-an seperti: “Pablo tak menoleh, dia malah menggoyang-goyangkan pantatnya yang tepos. Mungkin dia pikir, dia itu Valentino Rossi, yang pantatnya ditulisi The Doctor…” (pada tahun 1990 Rossi baru jadi Juara kejuaraan karting regional 60cc, 2002 baru Rossi menjadi juara dunia MotoGP) ato “‘Londo! Mainmu hebat, seperti Andre Agassi!’ pujinya. ‘Lho? Kok Andre Agassi? Dia kan pemain tenis??'” (Andre Agassi baru menjadi juara Grand Slam tahun 1992 dan pada 1995 dia menjadi petenis peringkat 1 dunia) ato “‘Burung apa yang terbangnya paling cepat?’ ‘Burungnya Ananda Mikolak, pembalap andalan kita,'” (Ananda Mikola baru masuk Grup N Indonesia pada 1993) ato “‘Siapa yang jorok? Kamu saja yang pikirannya jorok! Makanya jangan salah ucap, kalau salah, jadinya ya itu….’ ‘Itu apa?’ ‘Jadi objeknya Mak Erot!'” (Mak Erot?? Kayaknya baru beberapa tahun belakangan ini Mak Erot Terkenalnya)

Ada juga yang kurang klop, di halaman 89 paragraf 2 baris ke-4 diceritakan seorang teman Sibeng, Dacosta, asal Papua. Tapi di halaman 107 paragraf 1 baris ke-2 dikatakan bawa Dacosta asli impor dari Timor Leste.

Selain itu, pada akhir chapter Ketika Musim Ujian Tiba diceritakan bahwa Sibeng mengalami kebingungan karena pada waktu yang bersamaan dirinya diajak teman-temannya ke Jepara tapi Marlina, pacar Sibeng, mengirim surat yang isinya meminta Sibeng mengunjunginya di Yogja. Tapi di chapter berikutnya, Kisah Seorang Maling Sepatu, malah tidak disinggung sama sekali tentang itu. Baru di chapter berikutnya, Banjir Itu Anugerah Juga, diceritakan bahwa Sibeng baru pulang dari Yogya, menghabiskan waktu bersama Marlina. Itupun tidak diceritakan bagaimana pemecahan masalah dari peristiwa dilematis yang dialaminya pada akhir chapter Ketika Musim Ujian Tiba.

Sebenarnya diluar hal-hal yang mengganjal di atas, novel ini punya potensi untuk jadi novel yang enak dibaca dan perlu. Apalagi untuk mereka-mereka yang senang membaca novel era tahun 80-90an, novel ini memberikan sensasi tersendiri karena seakan-akan kita dikembalikan lagi ke masa-masa itu dengan segala kenangannya.

  1. Saya seorang dokter umum, saya blm pernah membaca novel ini tp saya pernah mlhtnya d gramedia. Dan br hari ini saya menyadari bhwa dr.beni senior saya adlh sang penulis novel ini. Beliau skrg mjdi spesialis patologi klinik, penanggung jwb d laboratorium prodia kudus. Beliau menulis itu saat kuliah. Trmksh sudah memberikan kritik n ulasan ttg tulisan beliau, beliau psti sng ada yg memperhatikan tulisan beliau. Salam kenal, ikha

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: