Codeigniter untuk pemula, eps 1

Setelah sekian lama (bahasa hiperbolis) tidak posting, kali ini saya aing akan mencoba rutin menulis mengenai pengalaman menggunakan Codeigniter (untuk selanjutnya disingkat menjadi CI).

Apa itu CI? Menurut situs resminya, CI merupakan framework PHP yang didesain dengan jejak kaki yang kecil (oke, mungkin bukan terjemahan yang tepat), dan dibuat untuk pemrogram PHP yang membutuhkan alat bantu yang elegan dan sederhana untuk membangun situs yang paripurna.

CI menggunakan konsep MVC untuk membangun situs yang kita butuhkan. Dengan konsep tersebut, kita lebih mudah mengorganisasikan pembuatan situs kita. Memang berdampak pada makin banyaknya file PHP yang harus kita buat dan edit (minimal 2, Controller dan View) namun konsep MVC akan menghindarkan kita dari spaghetti code yang sering menimpa terutama pemrogram pemula seperti aing.

Cerita mengenai rocker yang berpaling menjadi pemrogram bisa didapatkan dari tulisan lain yang tersebar di jagad maya, jadi tak perlu berpanjang kalam lagi, mari kita mulai (markimul) episode pertama CI untuk pemula.

  1. Unduh CI dari situs resminya. Saat tulisan ini dibuat, versi yang tersedia dalam situs tersebut adalah versi 1.7.2, berkas yang diunduh berupa berkas terkompresi zip sebesar 2,1 mb dengan nama Codeigniter_1.7.2.zip.
  2. Ekstrak berkas tersebut dalam folder web Anda, akan didapatkan folder bernama CodeIgniter_1.7.2. Jika menggunakan Windows dan Xampp maka folder web (biasanya) ada di C:\xampp\htdocs\. Jika menggunakan keluarga linux seperti ubuntu dan Lamp maka foldernya ada di var\www\. Untuk pengguna Lamp jangan lupa untuk menyetel permission untuk other, folder access: Access files dan file access: Read-only.
  3. Ganti nama folder CodeIgniter_1.7.2 menjadi ci. Ini untuk kemudahan pengaksesan saja.
  4. Melalui browser, buka alamat http://localhost/ci. Jika tidak ada aral melintang, maka hasilnya adalah seperti di bawah ini. 

    CI Eps 1 Img 1

    Hasil Instalasi CI

  5. Mari kita buka folder ci kita untuk lebih mengenal CI. 
    CI Eps 1 Img 2

    Folder ci

     

    Dalam folder ci kita temukan folder system dan user_guide dan berkas index.php dan license.txt. Yang menangani situs kita adalah folder system dan file index.php, folder user_guide bisa dipindahkan atau dihapuskan, file license.txt perlu dibaca untuk mengetahui mengenai lisensi CI.

  6. Buka folder system
    CI Eps 1 Img 3

    Folder system

     

    Isi folder system adalah folder:

    • application
    • cache
    • codeigniter
    • database
    • fonts
    • helpers
    • language
    • libraries
    • logs
    • plugins
    • scaffolding

    dan file index.html.

  7. Folder application adalah tempat aplikasi kita bernaung, untuk selanjutnya folder yang kita buka adalah folder-folder yang ada di dalam folder application ini. 
    CI Eps 1 Img 4

    Folder application

     

    • config
    • controllers
    • errors
    • helpers
    • hooks
    • language
    • libraries
    • models
    • views

    dan file index.html. Folder yang akan sering diakses adalah controllers, view, kadang tapi jarang, models, dan lebih jarang lagi, helpers.

    Model dalam MVC menurut bibi wiki, menangani interaksi aplikasi atau situs dengan database. Nah, untuk membantu kita dalam menangani database, kita akan menggunakan doctrine. Doctrine adalah ORM (Object Relational Mapper) untuk PHP, mudahnya, ORM berguna memetakan tabel dalam database menjadi kelas (class) pada aplikasi kita. Ah, nanti kita lihat lagi mengenai doctrine ini, kita kembali pada folder CI kita.

  8. Pindahkan folder application dari dalam folder system ke folder ci, jadi dalam folder ci terdapat folder application, system, dan user_guide (jika belum dihapus). Hal ini terutama berguna sekali jika kita telah mengunggah folder situs kita pada web hosting yang kita gunakan, dengan begitu bila ada perubahan pada situs atau aplikasi web kita, cukup folder application yang kita perbaharui, bisa dengan mengunggah keseluruhan isi folder maupun berkas-berkas individual yang baru saja kita perbaharui.
  9. Buka http://localhost/ci, seharusnya tidak ada perubahan tampilan yang kita dapatkan. Sampai di sini, proses instalasi CI sudah berhasil, meski belum ada gunanya untuk kita. :ngakak

Oke, cukup sekian tulisan mengenai proses instalasi CI, semoga bermanfaat, pada tulisan selanjutnya kita akan berkenalan dengan doctrine, dan mulai membuat beberapa controller dan view, dan sedikit model, untuk membuat situs pertama kita.

    • samsul arifin
    • Oktober 10th, 2010

    ora mudheng, aing.
    but keep writing, ok! 😆

      • aing
      • Oktober 10th, 2010

      oke, terima kasih sudah mau berkunjung ke kos-kosan aing😀

  1. wadow ga mudeng ane, tapi nuwun atas panduannya

      • aing
      • November 12th, 2010

      terima kasih kunjungannya, diharapkan masukannya

    • Hardi
    • November 12th, 2010

    aing… download ORM-nya yang versi 2.0 ato 1.2???

      • aing
      • November 12th, 2010

      saat saya buat tulisan ini, versi stabil adalah 1.2.3. yang sekarangpun versi 2.0 masih di beta. terima kasih kunjungannya, saran dan kritik diharapkan sekali😀

    • mukti
    • April 23rd, 2011

    akhirnya nemu juga

      • aing
      • April 24th, 2011

      akhirnya ditemukan juga😀

    • klephone
    • April 27th, 2011

    Artikel,,mantap,,,,saia masih newbie gan,,,,pingin belajar CI,,,,kira-kira bs sharing ma agan lewat mn yea,,,,,??? heheh,,,,,

      • aing
      • April 27th, 2011

      bisa via email aja, gan. atau ym😀

  2. oye…..oye…….
    Terima Kasih….

  3. NUWUS GAN

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: